Publikasi jurnal SINTA 2 adalah target yang dikejar hampir semua akademisi Indonesia — dosen yang mengincar Lektor Kepala, mahasiswa S2/S3 yang dikejar syarat kelulusan, dan peneliti yang sedang membangun rekam jejak ilmiah. Masalahnya, jurnal SINTA 2 adalah salah satu level paling selektif di sistem jurnal nasional.
Banyak naskah ditolak bukan karena penelitiannya jelek, tapi karena penulis tidak tahu standar teknis yang sebenarnya dinilai: seberapa jelas novelty-nya, berapa minimal referensi primer, berapa batas similarity, dan apakah topiknya benar-benar masuk scope jurnal. Akibatnya naskah kena desk reject dalam dua minggu — belum sempat dibaca reviewer.
Panduan ini menutup celah itu. Isinya lengkap: pengertian dan skor akreditasi SINTA 2, nilai KUM yang didapat, syarat naskah secara detail, daftar jurnal SINTA 2 aktif per bidang ilmu, alur submit dan review di OJS, 10 alasan naskah ditolak, estimasi biaya, sampai FAQ.
Kalau Anda sedang mengejar deadline kenaikan jabatan atau sidang, tim Publikasi Indonesia bisa bantu review kelayakan naskah sebelum submit. Konsultasi gratis di sini →
Peringkat akreditasi jurnal SINTA dapat berubah setiap siklus evaluasi. Selalu cek status terkini di portal resmi sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals.
Table of Contents
ToggleJurnal SINTA 2 adalah jurnal ilmiah nasional yang memperoleh akreditasi peringkat kedua tertinggi dalam sistem SINTA (Science and Technology Index) — platform pemeringkatan ilmiah resmi yang dikelola Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia.
Penilaian peringkatnya dilakukan melalui sistem ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional), yang mengevaluasi tiga hal utama: kualitas manajemen penerbitan, substansi artikel, dan dampak ilmiah berupa sitasi. Hasil evaluasi berupa skor numerik yang menentukan peringkat jurnal dari SINTA 1 sampai SINTA 6.
| Peringkat | Skor ARJUNA | Karakteristik |
|---|---|---|
| SINTA 1 | 85 – 100 | Tertinggi, banyak yang juga terindeks Scopus/WoS |
| SINTA 2 | 70 – 85 | Selektif, peer review ketat, manajemen profesional |
| SINTA 3 | 60 – 70 | Standar mapan, kompetisi lebih terkendali |
| SINTA 4 | 50 – 60 | Cocok untuk dosen pemula dan mahasiswa S1/S2 |
| SINTA 5 | 40 – 50 | Jurnal berkembang, sedang menguatkan sistem editorial |
| SINTA 6 | 30 – 40 | Terakreditasi dasar, standar minimal terpenuhi |
Perlu digarisbawahi: SINTA 2 berada tepat satu tingkat di bawah SINTA 1, tapi selisih kesulitannya tidak sebesar yang dibayangkan. Banyak jurnal SINTA 2 memiliki standar substansi setara jurnal internasional di bidangnya, dengan keunggulan tambahan — masih menerima naskah berbahasa Indonesia. Bandingkan karakteristiknya di panduan publikasi jurnal SINTA 1 dan publikasi jurnal SINTA 3 untuk menentukan target yang paling realistis.
Bagi dosen, pertanyaan paling praktis soal SINTA 2 adalah: berapa angka kredit yang didapat? Berdasarkan Pedoman Operasional Penilaian Angka Kredit jabatan akademik dosen, bobotnya adalah sebagai berikut.
| Kategori Jurnal | Nilai KUM |
|---|---|
| Nasional terakreditasi peringkat 1 & 2 (SINTA 1 & 2) | 25 |
| Nasional terakreditasi peringkat 3 & 4 (SINTA 3 & 4) | 20 |
| Nasional terakreditasi peringkat 5 & 6 (SINTA 5 & 6) | 15 |
| Nasional tidak terakreditasi | 10 |
Nilai di atas adalah bobot maksimal untuk penulis pertama atau penulis korespondensi. Untuk penulis pendamping, angka kredit dibagi proporsional sesuai ketentuan yang berlaku di instansi masing-masing.
Ketentuan angka kredit jabatan akademik dosen dapat direvisi sewaktu-waktu oleh Kemendiktisaintek. Sebelum menyusun berkas usulan kenaikan jabatan, pastikan Anda mengacu pada peraturan versi terbaru yang berlaku di perguruan tinggi Anda.
Publikasi jurnal SINTA 2 bukan sekadar pencapaian akademik simbolis. Ada konsekuensi konkret yang menempel padanya:
KUM 25 poin adalah kontribusi signifikan untuk naik dari Lektor ke Lektor Kepala, sekaligus modal awal menuju Guru Besar.
Banyak program pascasarjana mewajibkan publikasi minimal SINTA 2 sebelum ujian tesis atau disertasi, terutama program doktor.
Publikasi SINTA 2 masuk komponen penelitian dalam Beban Kerja Dosen yang wajib dilaporkan setiap semester.
Jumlah publikasi dosen di jurnal bereputasi ikut menentukan nilai akreditasi prodi dan perguruan tinggi oleh BAN-PT/LAM.
Sejumlah skema hibah mensyaratkan rekam jejak publikasi minimal di jurnal nasional terakreditasi peringkat atas.
Artikel di SINTA 2 terindeks Google Scholar dan Garuda, sehingga lebih mudah ditemukan dan disitasi peneliti lain.
Sebelum membahas syarat naskah, penting memahami dulu standar apa yang harus dipenuhi jurnalnya agar bisa masuk peringkat SINTA 2. Ini membantu Anda menilai apakah sebuah jurnal kredibel atau justru berpotensi turun peringkat.
| Aspek Penilaian | Standar SINTA 2 |
|---|---|
| Tata kelola editorial | Editor dan reviewer dari minimal 3 institusi berbeda |
| Sistem review | Double-blind peer review, wajib dan terdokumentasi |
| Frekuensi terbit | Minimal 2 kali per tahun, konsisten dan tepat waktu |
| Indeksasi | Minimal Google Scholar dan Garuda; DOAJ nilai tambah kuat |
| DOI | Setiap artikel wajib punya DOI aktif dan terdaftar |
| Platform | Open Journal System (OJS) stabil dengan metadata lengkap |
| Bahasa | Indonesia atau Inggris, dengan abstrak dwibahasa |
| Masa berlaku akreditasi | 5 tahun, wajib diajukan ulang sebelum kedaluwarsa |
Ada penerbit yang mengklaim status SINTA tanpa dasar. Verifikasi selalu lewat nama jurnal atau nomor ISSN di portal resmi SINTA. Jurnal yang tidak tercantum di sana tidak diakui untuk keperluan akademik resmi. Pelajari caranya di panduan cara cek jurnal terindeks SINTA dan Scopus.
Ini bagian yang paling menentukan. Sebagian besar naskah yang ditolak gagal di salah satu dari empat standar berikut.
Novelty bukan berarti topiknya belum pernah ada. Yang dinilai adalah kontribusi ilmiah baru. Ada tiga bentuk novelty yang diterima jurnal SINTA 2:
Mengusulkan teori, kerangka berpikir, atau model baru.
Menerapkan pendekatan atau metode yang belum pernah digunakan pada konteks tertentu.
Menghasilkan temuan dari data, wilayah, populasi, atau periode yang belum pernah diteliti.
“Penelitian ini belum pernah dilakukan di Indonesia.”
Pernyataan ini tidak cukup. Reviewer ingin tahu: apa yang belum diketahui sebelumnya, dan bagaimana penelitian Anda mengisi celah tersebut.
| Kriteria | Standar Minimal SINTA 2 |
|---|---|
| Jumlah referensi | 25 – 40 sumber, tergantung jenis artikel |
| Proporsi jurnal primer | Minimal 80% dari total referensi |
| Kemutakhiran | Minimal 60% terbit dalam 10 tahun terakhir |
| Referensi buku teks | Dibatasi, umumnya maksimal 20% |
| Referensi website/blog | Dihindari, kecuali sumber resmi pemerintah/institusi |
| Gaya sitasi | APA 7th, Vancouver, atau IEEE sesuai ketentuan jurnal |
Kelola referensi menggunakan Mendeley atau Zotero sejak awal penulisan. Kesalahan sitasi yang berulang adalah sinyal ketidaktelitian yang langsung terbaca reviewer. Detailnya ada di panduan cara menulis daftar pustaka jurnal.
Jelaskan populasi, teknik sampling beserta justifikasi ukuran sampel, instrumen, uji validitas dan reliabilitas, serta teknik analisis statistik.
Uraikan pendekatan (fenomenologi, studi kasus, grounded theory), teknik pengumpulan data, strategi triangulasi, dan proses analisis tematik.
Jelaskan desainnya (sequential atau concurrent) dan bagaimana dua jenis data diintegrasikan dalam penarikan kesimpulan.
Prinsip utamanya: metode harus cukup rinci agar peneliti lain bisa mereplikasi. Lihat contoh penulisannya di artikel cara menulis metode penelitian jurnal ilmiah.
Ambang batas bervariasi per jurnal
Lebih ketat, umum di jurnal teknik dan sains
Perhatikan juga self-plagiarism — mengambil bagian dari publikasi Anda sendiri tanpa sitasi tetap terhitung pelanggaran. Bahasan lengkapnya ada di artikel etika penulisan artikel jurnal ilmiah.
Setiap jurnal di bawah ini sudah dicek satu per satu ke portal resmi SINTA, bukan disalin dari daftar pihak ketiga. Klik nama jurnal untuk membuka profil resminya — di sana Anda bisa melihat status akreditasi terkini, H-Index, riwayat peringkat, dan tombol menuju website OJS jurnal.
Banyak daftar jurnal SINTA 2 yang beredar sudah tidak akurat — sebagian jurnal di dalamnya sebenarnya sudah naik ke SINTA 1, sebagian lagi justru turun ke SINTA 3. Kami hanya mencantumkan jurnal yang status SINTA 2-nya terverifikasi, lengkap dengan tautan ke sumber resminya agar Anda bisa mengecek sendiri.
| Nama Jurnal | Pengelola | ISSN | Website |
|---|---|---|---|
| Jurnal Hukum Ius Quia Iustum S2 | Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia | 0854-8498 2527-502X |
OJS ↗ |
| Jurnal Dinamika Hukum S2 | Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman | 2407-6562 | OJS ↗ |
| Nama Jurnal | Pengelola | ISSN | Website |
|---|---|---|---|
| ASEAN Marketing Journal S2 | Departemen Manajemen FEB Universitas Indonesia | 2085-5044 2356-2242 |
via SINTA |
| Jurnal Akuntansi Multiparadigma S2 | Universitas Brawijaya | — | via SINTA |
| Jurnal Akuntansi dan Auditing S2 | FEB Universitas Diponegoro | — | via SINTA |
| Jurnal Dinamika Akuntansi S2 | Universitas Negeri Semarang | — | via SINTA |
| Jurnal Ilmiah Akuntansi S2 | Universitas Pendidikan Ganesha | — | via SINTA |
| Jurnal Riset Akuntansi Kontemporer S2 | FEB Universitas Pasundan | — | via SINTA |
| Jurnal Ilmiah Akuntansi Kesatuan S2 | Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan | — | via SINTA |
| Nama Jurnal | Pengelola | ISSN | Website |
|---|---|---|---|
| Jurnal Pendidikan Indonesia S2 | LPPM Universitas Pendidikan Ganesha | — | via SINTA |
| Nama Jurnal | Pengelola | ISSN | Website |
|---|---|---|---|
| Media Komunikasi Teknik Sipil S2 | Universitas Diponegoro & Badan Kejuruan Teknik Sipil PII | 0854-1809 2549-6778 |
OJS ↗ |
| Jurnal Teknik Sipil ITB S2 | Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB | 0853-2982 2549-2659 |
OJS ↗ |
| Nama Jurnal | Pengelola | ISSN | Website |
|---|---|---|---|
| Jurnal Gizi dan Pangan S2 | IPB University & PERGIZI PANGAN Indonesia | 1978-1059 2407-0920 |
OJS ↗ |
| Media Gizi Indonesia S2 | Universitas Airlangga | 1693-7228 2540-8410 |
via SINTA |
| Jurnal Gizi Klinik Indonesia S2 | FK-KMK Universitas Gadjah Mada | — | via SINTA |
| Nama Jurnal | Pengelola | ISSN | Website |
|---|---|---|---|
| Jurnal Teknologi Industri Pertanian S2 | Departemen Teknologi Industri Pertanian IPB | — | via SINTA |
| Jurnal Teknologi Pertanian S2 | Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya | — | via SINTA |
| Jurnal Teknik Pertanian Lampung S2 | Universitas Lampung | — | via SINTA |
| Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian S2 | Universitas Lampung | — | via SINTA |
| Jurnal Teknologi Hasil Peternakan S2 | Unpad Press, Universitas Padjadjaran | — | via SINTA |
Peringkat SINTA dievaluasi berkala dan sebuah jurnal bisa naik atau turun tanpa pemberitahuan. Buka profil SINTA jurnal target Anda, lalu lihat kolom Current Accreditation — itulah status yang berlaku hari ini.
Daftar mana pun akan cepat usang. Cara paling aman adalah mencari langsung di portal resminya — hanya butuh dua menit, dan hasilnya selalu terkini.
Kunjungi sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals. Tidak perlu login untuk melihat daftar dan profil jurnal.
Pada panel Filter By Rank and Indexed, centang Sinta 2. Lalu pada Filter By Subject Area, pilih bidang Anda — tersedia Agriculture, Art, Economy, Education, Engineering, Health, Humanities, Religion, Science, dan Social.
Gunakan Sort by untuk mengurutkan berdasarkan Impact, H-Index, atau Citations. Jurnal dengan H-Index tinggi umumnya lebih kompetitif; jurnal dengan H-Index sedang bisa jadi target yang lebih realistis.
Klik nama jurnal untuk membuka profilnya. Periksa kolom Current Accreditation untuk memastikan statusnya masih SINTA 2, lalu klik tombol Website untuk masuk ke OJS jurnal dan membaca focus and scope serta panduan penulisannya.
Salah pilih jurnal adalah penyebab desk reject nomor satu. Tim Publikasi Indonesia bisa membantu memetakan naskah Anda ke jurnal SINTA 2 yang scope-nya benar-benar cocok — sekaligus memeriksa kesiapan naskah sebelum submit.
Proses publikasi jurnal SINTA 2 mengikuti alur yang relatif baku. Memahami setiap tahap membantu Anda menyiapkan naskah lebih matang dan menghindari penolakan di awal.
Baca minimal 2–4 edisi terakhir jurnal target untuk memahami gaya penulisan, tipe topik yang diterima, dan format artikel yang dominan. Naskah bagus yang tidak sesuai ceruk jurnal tetap akan ditolak.
Gunakan struktur Introduction, Methods, Results, and Discussion. Ikuti template jurnal secara detail: margin, jenis dan ukuran font, sistem sitasi, serta panjang abstrak dan jumlah kata kunci.
Jalankan Turnitin atau iThenticate lebih dulu. Kalau angkanya di atas ambang, lakukan parafrase substantif — bukan sekadar mengganti kata dengan sinonim, karena pola kalimatnya tetap terdeteksi.
Buat akun author di website OJS jurnal target. Lengkapi profil dengan afiliasi institusi dan ORCID jika ada. Unggah naskah utama, cover letter, dan dokumen pendukung sesuai panduan submission. Panduan teknisnya ada di artikel cara submit artikel ke OJS.
Editor melakukan desk review terlebih dahulu. Jika lolos, naskah masuk tahap double-blind peer review oleh minimal dua reviewer.
Buat dokumen Response to Reviewer berbentuk tabel: kolom komentar reviewer, kolom respons Anda, dan kolom nomor halaman yang direvisi. Tanggapi setiap komentar tanpa terkecuali.
Setelah naskah dinyatakan accepted, Anda akan menerima Letter of Acceptance (LoA). Artikel kemudian masuk antrean terbit sesuai volume dan nomor jurnal berikutnya, lalu dipublikasikan online lengkap dengan DOI.
Editor menilai kesesuaian scope, kelengkapan berkas, format template, dan hasil cek similarity awal.
Editor mencari 2–3 reviewer yang relevan dengan bidang penelitian. Naskah dikirim secara anonim.
Penilaian novelty, metodologi, kedalaman analisis, kualitas penulisan, dan relevansi referensi. Hasilnya: accept, minor revision, major revision, atau reject.
Durasinya tergantung apakah hasilnya minor atau major revision.
LoA diterbitkan, naskah masuk antrean terbit pada volume dan nomor tertentu.
Artikel terbit dengan nomor DOI. Bisa lebih lama bila slot terbitan sudah penuh.
Ditotal, jalur mandiri ke jurnal SINTA 2 umumnya memakan waktu 6 bulan hingga 2 tahun — dan itu dengan asumsi naskah tidak ditolak di jurnal pertama. Kalau target akademik Anda punya tenggat, mulailah menyiapkan naskah jauh sebelumnya.
Novelty tidak jelas
Tidak dijelaskan apa kontribusi barunya dibanding literatur yang ada.
Topik di luar scope
Tidak membaca aims and scope jurnal dengan teliti sebelum submit.
Metodologi lemah
Sampel tidak terjustifikasi atau analisis tidak sesuai jenis data.
Similarity melebihi batas
Termasuk self-plagiarism dari publikasi penulis sendiri.
Referensi usang
Didominasi buku teks atau sumber berumur lebih dari 15 tahun.
Pembahasan tidak menjawab tujuan
Diskusi hanya mengulang hasil tanpa interpretasi atau perbandingan literatur.
Kesimpulan terlalu umum
Tidak menjawab rumusan masalah dan tanpa implikasi teoretis/praktis.
Kualitas bahasa Inggris rendah
Untuk jurnal berbahasa Inggris, grammar buruk bisa langsung desk reject.
Format tidak sesuai template
Margin, spasi, heading, atau gaya sitasi tidak mengikuti selingkung jurnal.
Data tidak transparan
Sumber data tidak dijelaskan atau instrumen penelitian tidak dilampirkan.
Strategi tambahannya bisa Anda baca di artikel tips artikel jurnal cepat diterima.
Biaya publikasi jurnal SINTA 2 bergantung pada jalur yang Anda pilih.
⏱️ 6 bulan – 2 tahun
Biaya rendah, tapi seluruh proses ditangani sendiri — dari memilih jurnal sampai merespons reviewer.
⏱️ 2 – 4 bulan
Lebih terarah, ada bimbingan teknis di setiap tahap — dari pemilihan jurnal sampai LoA.
APC (Article Processing Charge) adalah biaya yang dipungut langsung oleh jurnal dan terpisah dari biaya jasa pendampingan. Tidak semua jurnal SINTA 2 memungut APC — sebagian jurnal yang dikelola universitas negeri bahkan sepenuhnya gratis. Rincian lengkap lintas peringkat ada di artikel biaya publikasi jurnal SINTA dan Scopus, termasuk cara mengakses dana hibah.
Lewat jalur mandiri, biaya berkisar dari gratis sampai sekitar Rp1.500.000 berupa APC — tergantung kebijakan masing-masing jurnal. Dengan jasa pendampingan, kisarannya Rp2.500.000 hingga Rp7.000.000 ke atas, bergantung pada cakupan layanan dan bidang ilmu.
Jalur mandiri umumnya 6 bulan sampai 2 tahun dari submit hingga terbit. Dengan pendampingan, prosesnya lebih terarah dan biasanya berada di kisaran 2–6 bulan. Faktor terbesarnya adalah kecepatan reviewer dan frekuensi terbit jurnal.
Tidak boleh. Praktik ini disebut simultaneous submission dan merupakan pelanggaran etika publikasi ilmiah. Satu naskah hanya boleh berada di satu jurnal pada satu waktu. Jika ditolak, baru boleh disubmit ke jurnal lain. Melanggar aturan ini bisa berujung pada retraction dan rusaknya reputasi akademik penulis.
Secara formal tidak ada larangan. Namun secara praktis sangat jarang karena standar substansinya tinggi. Umumnya mahasiswa S1 menargetkan SINTA 4–6, mahasiswa S2 menargetkan SINTA 3–4, dan mahasiswa S3 menargetkan SINTA 2–3 atau jurnal internasional.
Akreditasi berlaku 5 tahun dan harus diajukan ulang sebelum kedaluwarsa. Jurnal yang tidak mengajukan re-akreditasi bisa turun peringkat atau kehilangan status SINTA-nya. Cek tanggal berakhirnya di profil jurnal pada portal SINTA sebelum submit.
SINTA adalah sistem pemeringkatan jurnal nasional Indonesia, sedangkan Scopus adalah basis data indeksasi internasional. Keduanya tidak bertingkat satu sama lain — sebagian jurnal SINTA 1 dan 2 justru juga terindeks Scopus. Perbandingan lengkapnya ada di panduan publikasi jurnal Scopus.
Boleh, dan justru umum dilakukan. Syaratnya naskah harus ditulis ulang dalam format artikel jurnal — bukan potongan bab — dengan novelty yang dinyatakan eksplisit dan cakupan yang difokuskan pada satu argumen utama.
Kalau Anda terkendala waktu, proses revisi yang panjang, atau belum pernah submit ke jurnal terakreditasi, kami siap mendampingi — mulai dari pengecekan kelayakan naskah, penyesuaian format dan selingkung jurnal, pengecekan similarity, proofreading, sampai pendampingan proses submit dan revisi hingga naskah mendapatkan LoA.
💬 Konsultasikan Naskah Anda Sekarang
Konsultasi awal gratis, tanpa komitmen. Kami akan menilai kesiapan naskah dan memberi rekomendasi jurnal yang realistis sesuai bidang dan target waktu Anda.
Publikasi jurnal SINTA 2 memang selektif, tapi bukan sesuatu yang tidak terjangkau. Kuncinya ada pada tiga hal berikut.
Mulailah dari memverifikasi jurnal target di portal resmi SINTA, baca beberapa edisi terakhirnya, lalu sesuaikan naskah Anda dengan template dan standar referensinya sejak awal — bukan setelah ditolak. Persiapan yang matang di depan jauh lebih hemat waktu daripada revisi berulang di belakang.
Hoby Menulis, dan Suka Riset Sesuatu. Lets Grow Bro