Bagian Metode adalah bagian yang paling “teknis” dalam artikel jurnal — tapi ironisnya, juga yang paling sering ditulis terlalu singkat atau terlalu panjang. Reviewer sering mengembalikan artikel dengan komentar “metode kurang detail” atau “metode terlalu berlebihan untuk artikel ini”.
Artikel ini memandu kamu cara menulis metode penelitian di jurnal ilmiah dengan tingkat detail yang tepat — cukup untuk direplikasi, tidak berlebihan.
Baca juga: Cara Menulis Artikel Jurnal Ilmiah
Table of Contents
ToggleBagian Metode memiliki dua fungsi utama:
Singkatnya: tulis Metode sedetail yang dibutuhkan agar peneliti lain bisa mengulang penelitianmu tanpa harus menghubungimu untuk bertanya.
Jelaskan jenis dan pendekatan penelitian yang digunakan: eksperimental, survei, studi kasus, kualitatif, kuantitatif, atau mixed methods. Sertakan justifikasi singkat mengapa pendekatan ini dipilih.
Deskripsikan populasi target, teknik sampling, jumlah sampel, dan kriteria inklusi/eksklusi. Untuk penelitian dengan manusia, cantumkan juga persetujuan etis (ethical clearance) yang diperoleh.
Contoh: “Penelitian ini menggunakan 120 mahasiswa tingkat akhir dari tiga universitas negeri di Jawa Tengah yang dipilih menggunakan purposive sampling dengan kriteria: sedang mengerjakan skripsi dan aktif menggunakan platform e-learning.”
Deskripsikan alat ukur, kuesioner, software, atau material yang digunakan. Jika menggunakan instrumen yang sudah ada, cantumkan referensinya. Jika mengembangkan sendiri, jelaskan proses validasinya.
Jelaskan langkah-langkah pengumpulan data secara kronologis dan detail. Kapan, di mana, dan bagaimana data dikumpulkan?
Jelaskan metode statistik atau analitik yang digunakan. Sebutkan software yang dipakai (SPSS, R, NVivo, Atlas.ti, dll.) beserta versinya. Untuk analisis statistik, sebutkan tingkat signifikansi yang digunakan.
Fokus pada: ukuran sampel dan justifikasinya (power analysis), instrumen terstandarisasi dan uji validitas-reliabilitasnya, prosedur yang terkontrol dan dapat direplikasi, serta teknik analisis statistik yang spesifik.
Fokus pada: strategi pemilihan partisipan (purposive, snowball), metode pengumpulan data (wawancara mendalam, observasi, FGD), teknik analisis (tematik, grounded theory, fenomenologi), serta cara memastikan trustworthiness (kredibilitas, transferabilitas).
Gunakan aturan praktis ini: Dapatkah peneliti lain mereplikasi penelitianmu hanya berdasarkan bagian Metode yang kamu tulis, tanpa menghubungimu?
Bagian Metode yang ditulis dengan baik adalah jaminan kredibilitas penelitianmu. Fokus pada transparansi dan replikabilitas — tulis cukup detail, tidak berlebihan, dan selalu justifikasi pilihan metodologimu.
Baca juga: Struktur IMRaD Artikel Jurnal | Cara Menulis Hasil dan Pembahasan