Cara Menulis Daftar Pustaka Jurnal: APA, IEEE, dan Vancouver

Daftar pustaka yang tidak konsisten atau salah format adalah salah satu alasan paling umum artikel dikembalikan editor untuk diperbaiki sebelum review. Padahal, dengan pemahaman yang tepat — dan bantuan software yang tepat — bagian ini sebenarnya paling mudah diselesaikan.

Baca juga: Cara Menulis Artikel Jurnal Ilmiah

Mengapa Format Daftar Pustaka Penting?

Format daftar pustaka yang konsisten bukan sekadar formalitas — ia memastikan pembaca bisa melacak sumber yang kamu kutip dengan mudah dan memverifikasi klaimmu. Setiap jurnal menetapkan satu gaya sitasi yang harus diikuti oleh semua artikel yang diterbitkannya.

Tiga Gaya Sitasi Paling Umum di Jurnal Indonesia

1. Gaya APA (American Psychological Association)

Paling umum digunakan di bidang sosial, humaniora, psikologi, dan pendidikan. Menggunakan sistem author-date: (Nama, Tahun) dalam teks.

Format artikel jurnal APA:
Nama Belakang, Inisial. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, Volume(Nomor), Halaman. https://doi.org/xxxxx

Contoh:
Santoso, B., & Rahayu, D. (2024). Efektivitas pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Jurnal Pendidikan Indonesia, 13(2), 45–58. https://doi.org/10.xxxxx

2. Gaya IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers)

Wajib di bidang teknik, teknologi informasi, dan sains komputasi. Menggunakan sistem nomor: [1], [2], [3] dalam teks.

Format artikel jurnal IEEE:
[Nomor] Inisial. Nama Belakang, “Judul artikel,” Nama Jurnal, vol. X, no. X, pp. X–X, Bulan Tahun, doi: xxxxx.

Contoh:
[1] B. Santoso and D. Rahayu, “Deep learning-based classification of rice leaf diseases,” IEEE Access, vol. 12, pp. 1234–1245, Mar. 2024, doi: 10.1109/ACCESS.2024.xxxxx.

3. Gaya Vancouver

Standar di bidang kedokteran, kesehatan, dan biologi. Mirip IEEE — menggunakan sistem nomor dalam teks.

Format artikel jurnal Vancouver:
Nomor. Nama Belakang Inisial. Judul artikel. Singkatan Nama Jurnal. Tahun;Volume(Nomor):Halaman.

Contoh:
1. Santoso B, Rahayu D. Efektivitas terapi kognitif pada pasien hipertensi. J Kedokt Indones. 2024;13(2):45-58.

Cara Menentukan Gaya Sitasi yang Harus Digunakan

  1. Buka Author Guidelines jurnal yang dituju
  2. Cari bagian “References” atau “Citations”
  3. Jurnal biasanya menyebutkan gaya sitasi secara eksplisit atau menyediakan contoh
  4. Jika tidak disebutkan, lihat artikel yang sudah diterbitkan di jurnal tersebut dan tiru formatnya

Software Manajemen Referensi — Wajib Pakai

Jangan pernah menulis daftar pustaka secara manual untuk artikel jurnal. Gunakan software manajemen referensi:

Mendeley (Gratis — Paling Populer di Indonesia)

  • Tersedia versi desktop dan web
  • Plugin Word untuk insert sitasi langsung saat menulis
  • Mendukung semua gaya sitasi utama
  • Bisa menyimpan dan mengorganisir PDF artikel

Zotero (Gratis — Open Source)

  • Terintegrasi dengan browser untuk menyimpan referensi langsung dari web
  • Plugin Word dan LibreOffice tersedia
  • Komunitas aktif dan plugin tambahan tersedia

EndNote (Berbayar — Standar Internasional)

  • Paling lengkap dan stabil untuk peneliti senior
  • Tersedia di banyak perpustakaan universitas negeri Indonesia

Tips Daftar Pustaka yang Sering Diabaikan

  • Selalu cantumkan DOI jika tersedia — ini standar modern dan memudahkan verifikasi
  • Gunakan DOI resmi dari doi.org, bukan link URL artikel langsung
  • Pastikan semua referensi yang ada di teks artikel tercantum di daftar pustaka dan sebaliknya
  • Periksa singkatan nama jurnal jika menggunakan gaya IEEE atau Vancouver
  • Konsistensi huruf kapital pada judul artikel sangat penting — setiap gaya punya aturan berbeda

Kesimpulan

Daftar pustaka yang rapi dan konsisten adalah tanda profesionalisme akademik. Gunakan software manajemen referensi dari awal proses penulisan — jangan menunggu artikel selesai — dan selalu verifikasi format sesuai Author Guidelines jurnal tujuanmu.

Baca juga: Cara Menulis Tinjauan Pustaka | Cara Publikasi Jurnal Ilmiah

You might also like
Chat WhatsApp