Daftar pustaka yang tidak konsisten atau salah format adalah salah satu alasan paling umum artikel dikembalikan editor untuk diperbaiki sebelum review. Padahal, dengan pemahaman yang tepat — dan bantuan software yang tepat — bagian ini sebenarnya paling mudah diselesaikan.
Baca juga: Cara Menulis Artikel Jurnal Ilmiah
Table of Contents
ToggleFormat daftar pustaka yang konsisten bukan sekadar formalitas — ia memastikan pembaca bisa melacak sumber yang kamu kutip dengan mudah dan memverifikasi klaimmu. Setiap jurnal menetapkan satu gaya sitasi yang harus diikuti oleh semua artikel yang diterbitkannya.
Paling umum digunakan di bidang sosial, humaniora, psikologi, dan pendidikan. Menggunakan sistem author-date: (Nama, Tahun) dalam teks.
Format artikel jurnal APA:
Nama Belakang, Inisial. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, Volume(Nomor), Halaman. https://doi.org/xxxxx
Contoh:
Santoso, B., & Rahayu, D. (2024). Efektivitas pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Jurnal Pendidikan Indonesia, 13(2), 45–58. https://doi.org/10.xxxxx
Wajib di bidang teknik, teknologi informasi, dan sains komputasi. Menggunakan sistem nomor: [1], [2], [3] dalam teks.
Format artikel jurnal IEEE:
[Nomor] Inisial. Nama Belakang, “Judul artikel,” Nama Jurnal, vol. X, no. X, pp. X–X, Bulan Tahun, doi: xxxxx.
Contoh:
[1] B. Santoso and D. Rahayu, “Deep learning-based classification of rice leaf diseases,” IEEE Access, vol. 12, pp. 1234–1245, Mar. 2024, doi: 10.1109/ACCESS.2024.xxxxx.
Standar di bidang kedokteran, kesehatan, dan biologi. Mirip IEEE — menggunakan sistem nomor dalam teks.
Format artikel jurnal Vancouver:
Nomor. Nama Belakang Inisial. Judul artikel. Singkatan Nama Jurnal. Tahun;Volume(Nomor):Halaman.
Contoh:
1. Santoso B, Rahayu D. Efektivitas terapi kognitif pada pasien hipertensi. J Kedokt Indones. 2024;13(2):45-58.
Jangan pernah menulis daftar pustaka secara manual untuk artikel jurnal. Gunakan software manajemen referensi:
Daftar pustaka yang rapi dan konsisten adalah tanda profesionalisme akademik. Gunakan software manajemen referensi dari awal proses penulisan — jangan menunggu artikel selesai — dan selalu verifikasi format sesuai Author Guidelines jurnal tujuanmu.
Baca juga: Cara Menulis Tinjauan Pustaka | Cara Publikasi Jurnal Ilmiah