Bagian Hasil dan Pembahasan adalah jantung dari artikel jurnal ilmiah. Di sinilah nilai penelitianmu dibuktikan — bukan hanya apa yang kamu temukan, tapi apa artinya bagi bidang ilmu yang kamu geluti. Sayangnya, ini juga bagian yang paling sering ditulis dengan cara yang salah.
Baca juga: Cara Menulis Artikel Jurnal Ilmiah
Table of Contents
ToggleKesalahan paling umum: mencampur Hasil dengan Pembahasan dalam satu paragraf yang sama.
Urutkan hasil berdasarkan pertanyaan penelitian atau hipotesis yang diajukan di pendahuluan — bukan berdasarkan urutan pengumpulan data.
Tabel dan gambar harus menyajikan data yang terlalu kompleks untuk disampaikan dalam teks. Prinsipnya: jika bisa disampaikan dalam satu atau dua kalimat, tidak perlu tabel. Setiap tabel dan gambar harus dirujuk dalam teks dan diberi caption yang informatif.
Teks dalam bagian Hasil berfungsi mengarahkan perhatian pembaca ke temuan kunci — bukan mengulang semua angka yang sudah ada di tabel. Highlight hanya temuan yang paling penting.
Hasil yang tidak sesuai hipotesis tetap harus dilaporkan. Menyembunyikan hasil negatif adalah pelanggaran etika penelitian. Selain itu, hasil negatif sering kali sama pentingnya dengan hasil positif.
Paragraf pertama Pembahasan harus langsung menjawab pertanyaan penelitian yang diajukan di Pendahuluan. Pembaca harus bisa menemukan jawaban ini tanpa harus membaca seluruh pembahasan.
Bandingkan temuanmu dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang sudah dibahas di tinjauan pustaka. Apakah konsisten atau bertentangan? Jika bertentangan, apa kemungkinan penjelasannya?
Jangan hanya menyatakan apa yang ditemukan — jelaskan mengapa hal itu terjadi berdasarkan teori atau bukti yang ada.
Setiap penelitian memiliki keterbatasan. Mengakuinya secara eksplisit justru menunjukkan integritas ilmiah — reviewer menghargai penulis yang sadar akan batas penelitiannya.
Di akhir Pembahasan, nyatakan implikasi teoritis dan/atau praktis dari temuanmu, serta rekomendasi untuk penelitian selanjutnya.
Hasil yang jelas dan pembahasan yang tajam adalah kombinasi yang membuat artikel jurnal benar-benar bernilai. Pisahkan fakta dari interpretasi, hubungkan dengan literatur, dan nyatakan implikasi dengan percaya diri.
Baca juga: Cara Menulis Metode Penelitian | Cara Menulis Kesimpulan Jurnal