Cara Cek Jurnal Terindeks Sinta dan Scopus (Panduan Lengkap 2026)

Sebelum submit artikel ke sebuah jurnal, ada satu langkah penting yang sering dilewati: memverifikasi apakah jurnal tersebut benar-benar terindeks di database resmi seperti Sinta atau Scopus.

Ini bukan langkah sepele. Banyak jurnal yang mengklaim terindeks Scopus atau Sinta padahal kenyataannya tidak — atau sudah discontinued (dikeluarkan dari indeks). Jika kamu salah pilih jurnal, waktu dan tenaga yang sudah kamu keluarkan bisa sia-sia, bahkan reputasi akademikmu bisa ikut terpengaruh.

Artikel ini memandu kamu langkah demi langkah cara cek jurnal terindeks Sinta dan Scopus menggunakan sumber resmi, lengkap dengan tips agar tidak tertipu jurnal palsu.

Baca juga: Perbedaan Jurnal Sinta dan Scopus: Mana yang Harus Kamu Pilih?

Mengapa Wajib Cek Indeksasi Jurnal Sebelum Submit?

Ada beberapa alasan mengapa verifikasi indeksasi jurnal adalah langkah yang tidak boleh dilewati:

  • Menghindari jurnal predator — Jurnal palsu sering mengklaim terindeks Scopus atau Sinta untuk menarik penulis yang tidak curiga.
  • Memastikan pengakuan akademik — Publikasi di jurnal yang tidak terindeks umumnya tidak diakui untuk kenaikan jabatan, syarat kelulusan, atau angka kredit dosen.
  • Mengecek status aktif jurnal — Beberapa jurnal pernah terindeks tapi kemudian dikeluarkan dari database karena tidak memenuhi standar. Status lama tidak menjamin status sekarang.
  • Memastikan relevansi kuartil/peringkat — Untuk Scopus, kamu perlu tahu apakah jurnal masuk Q1, Q2, Q3, atau Q4 sesuai kebutuhan akademikmu.

Cara Cek Jurnal Terindeks Sinta

Ada satu cara resmi dan paling akurat untuk mengecek status Sinta sebuah jurnal: melalui portal resmi Sinta di sinta.kemdikbud.go.id.

Langkah-langkah Cek Jurnal di Sinta:

  1. Buka browser dan kunjungi sinta.kemdikbud.go.id/journals
  2. Gunakan kolom pencarian — ketik nama jurnal atau nomor ISSN jurnal yang ingin dicek. Menggunakan ISSN lebih disarankan karena lebih akurat (nama jurnal bisa mirip antar penerbit).
  3. Tekan Enter dan lihat hasilnya. Jika jurnal terindeks, profil jurnal akan muncul beserta informasi lengkapnya.
  4. Cek peringkat Sinta — di profil jurnal akan tertera label Sinta 1, Sinta 2, dst. Ini menunjukkan level akreditasi jurnal tersebut saat ini.
  5. Perhatikan masa berlaku akreditasi — Akreditasi Sinta berlaku 5 tahun. Pastikan jurnal masih dalam periode aktif, bukan sudah expired.
  6. Cek konsistensi penerbitan — lihat apakah jurnal rutin terbit sesuai jadwalnya (biasanya 2–4 kali per tahun).

Tips Tambahan Saat Cek Sinta:

  • Jika nama jurnal tidak muncul sama sekali, jurnal tersebut belum atau tidak terindeks Sinta — jangan percaya klaim di website jurnal tanpa verifikasi ini.
  • Cocokkan ISSN yang tampil di Sinta dengan ISSN di website jurnal untuk memastikan keduanya sama.
  • Beberapa jurnal Sinta 1 juga terindeks Scopus — ini bisa dilihat dari informasi tambahan di profil jurnal.

Cara Cek Jurnal Terindeks Scopus

Untuk Scopus, ada dua cara resmi yang bisa digunakan: melalui website resmi Scopus dan melalui Scimago Journal Rank (SJR). Keduanya valid dan saling melengkapi.

Metode 1: Via Scopus Sources (Paling Resmi)

  1. Buka browser dan kunjungi scopus.com/sources
  2. Masukkan nama jurnal atau ISSN di kolom pencarian, lalu klik Search.
  3. Klik nama jurnal yang muncul untuk membuka profil lengkapnya.
  4. Cek “Scopus Content Coverage” — bagian ini menampilkan tahun-tahun jurnal terindeks di Scopus. Jika data tahun terbaru ada, berarti jurnal masih aktif terindeks.
  5. Perhatikan status jurnal — jika ada label “Discontinued” atau “Inactive”, berarti jurnal sudah dikeluarkan dari Scopus meski pernah masuk sebelumnya.

Metode 2: Via Scimago Journal Rank / SJR (Lebih Lengkap untuk Kuartil)

Scimago (scimagojr.com) adalah platform pengindeks berbasis data Scopus yang menampilkan informasi kuartil (Q1–Q4) secara lebih mudah dan visual. Data di SJR diperbarui secara rutin.

  1. Buka browser dan kunjungi scimagojr.com
  2. Ketik nama jurnal atau ISSN di kolom pencarian, lalu tekan Enter.
  3. Klik nama jurnal yang muncul di hasil pencarian.
  4. Lihat grafik SJR — menampilkan tren peringkat jurnal dari tahun ke tahun.
  5. Cek kuartil (Q1/Q2/Q3/Q4) — ditampilkan per kategori bidang ilmu. Satu jurnal bisa memiliki kuartil berbeda di kategori yang berbeda.
  6. Verifikasi tahun data terbaru — pastikan data mencakup tahun yang sedang berjalan atau tahun sebelumnya untuk memastikan jurnal masih aktif.

Metode 3: Via Web of Science / Master Journal List (Bonus)

Jika kamu juga ingin mengecek status Web of Science (WoS) — database internasional bergengsi lainnya selain Scopus — gunakan Master Journal List milik Clarivate:

  1. Buka mjl.clarivate.com
  2. Masukkan nama jurnal atau ISSN di kolom pencarian.
  3. Pastikan jurnal masuk dalam kategori SCI (Science Citation Index), SSCI (Social Science Citation Index), atau minimal ESCI (Emerging Sources Citation Index).

Tabel Ringkasan: Cara Cek di Setiap Database

Database URL Resmi Cocok untuk
Sinta sinta.kemdikbud.go.id/journals Cek akreditasi jurnal nasional Indonesia
Scopus Sources scopus.com/sources Verifikasi resmi indeksasi Scopus
Scimago (SJR) scimagojr.com Cek kuartil Q1–Q4 berbasis Scopus
Web of Science mjl.clarivate.com Cek indeksasi WoS (SCI/SSCI/ESCI)
DOAJ doaj.org Cek jurnal Open Access yang terpercaya

Cara Cek Jurnal Sinta yang Juga Terindeks Scopus

Ingin mencari jurnal Indonesia yang terindeks di keduanya sekaligus? Berikut cara cepatnya:

  1. Buka sinta.kemdikbud.go.id/journals
  2. Filter pencarian ke Sinta 1 — karena jurnal Indonesia yang terindeks Scopus otomatis masuk Sinta 1
  3. Pilih bidang ilmu yang sesuai dengan topik artikelmu
  4. Verifikasi ulang di scimagojr.com untuk melihat kuartilnya

Dengan cara ini, kamu bisa menemukan jurnal yang memberimu pengakuan ganda: nasional (Sinta) sekaligus internasional (Scopus) dari satu publikasi.

Tanda-tanda Jurnal yang Mengklaim Palsu

Sayangnya, banyak jurnal predator yang secara aktif mengklaim terindeks Scopus atau Sinta padahal tidak. Waspadai tanda-tanda berikut:

  • Nama jurnal tidak ditemukan di portal resmi Sinta atau Scopus Sources
  • Website jurnal hanya mencantumkan logo Scopus/Sinta tanpa link verifikasi
  • Mengklaim “terindeks Scopus” tapi hanya muncul di Scimago dengan status discontinued
  • ISSN di website jurnal berbeda dengan yang tercatat di Sinta
  • Jurnal baru berdiri tapi langsung mengklaim Q1 atau Sinta 1

Baca juga: Mengenal Jurnal Predator dan Cara Menghindarinya

FAQ: Pertanyaan Seputar Cek Indeksasi Jurnal

Apakah cek jurnal Sinta bisa dilakukan tanpa login?

Ya, pengecekan jurnal di portal Sinta bisa dilakukan siapa saja tanpa perlu login atau membuat akun. Cukup buka sinta.kemdikbud.go.id/journals dan langsung cari.

Apakah jurnal yang pernah terindeks Scopus otomatis masih terindeks sekarang?

Tidak otomatis. Beberapa jurnal pernah terindeks Scopus tapi kemudian dikeluarkan karena tidak memenuhi standar yang terus diperbarui. Selalu cek status terkini di scopus.com/sources dan verifikasi tahun data terakhirnya.

Bagaimana jika nama jurnal tidak ditemukan di Sinta tapi katanya sudah terakreditasi?

Kemungkinannya ada dua: akreditasi sedang dalam proses pembaruan (ada jeda antara keputusan dan publikasi di Sinta), atau klaim tersebut tidak valid. Untuk memastikan, hubungi langsung pengelola jurnal dan minta nomor SK akreditasi ARJUNA yang bisa kamu verifikasi secara mandiri.

Berapa lama akreditasi Sinta berlaku?

Akreditasi Sinta berlaku selama 5 tahun sejak tanggal keputusan akreditasi diterbitkan. Setelah itu, jurnal harus mengajukan re-akreditasi untuk mempertahankan status dan peringkatnya.

Apakah Scimago sama dengan Scopus?

Tidak sama, tapi datanya berasal dari Scopus. Scimago (SJR) adalah platform analitik independen yang menggunakan data dari Scopus untuk menghitung peringkat dan kuartil jurnal. Untuk verifikasi resmi apakah jurnal terindeks Scopus, tetap gunakan scopus.com/sources sebagai acuan utama.

Kesimpulan

Memverifikasi indeksasi jurnal sebelum submit adalah kebiasaan akademik yang wajib dimiliki setiap peneliti. Proses ini hanya membutuhkan beberapa menit, tapi bisa menyelamatkanmu dari kerugian waktu dan reputasi yang jauh lebih besar.

Gunakan selalu sumber resmi: sinta.kemdikbud.go.id untuk Sinta, scopus.com/sources atau scimagojr.com untuk Scopus. Jangan pernah percaya klaim indeksasi hanya dari website jurnal tanpa verifikasi independen.

Baca juga: Cara Publikasi Jurnal Ilmiah Untuk Mahasiswa dan Dosen Terbaru| Perbedaan Jurnal Sinta dan Scopus | Mengenal Jurnal Predator dan Cara Menghindarinya

You might also like
Chat WhatsApp