Sebelum submit artikel ke sebuah jurnal, ada satu langkah penting yang sering dilewati: memverifikasi apakah jurnal tersebut benar-benar terindeks di database resmi seperti Sinta atau Scopus.
Ini bukan langkah sepele. Banyak jurnal yang mengklaim terindeks Scopus atau Sinta padahal kenyataannya tidak — atau sudah discontinued (dikeluarkan dari indeks). Jika kamu salah pilih jurnal, waktu dan tenaga yang sudah kamu keluarkan bisa sia-sia, bahkan reputasi akademikmu bisa ikut terpengaruh.
Artikel ini memandu kamu langkah demi langkah cara cek jurnal terindeks Sinta dan Scopus menggunakan sumber resmi, lengkap dengan tips agar tidak tertipu jurnal palsu.
Baca juga: Perbedaan Jurnal Sinta dan Scopus: Mana yang Harus Kamu Pilih?
Table of Contents
ToggleAda beberapa alasan mengapa verifikasi indeksasi jurnal adalah langkah yang tidak boleh dilewati:
Ada satu cara resmi dan paling akurat untuk mengecek status Sinta sebuah jurnal: melalui portal resmi Sinta di sinta.kemdikbud.go.id.
Untuk Scopus, ada dua cara resmi yang bisa digunakan: melalui website resmi Scopus dan melalui Scimago Journal Rank (SJR). Keduanya valid dan saling melengkapi.
Scimago (scimagojr.com) adalah platform pengindeks berbasis data Scopus yang menampilkan informasi kuartil (Q1–Q4) secara lebih mudah dan visual. Data di SJR diperbarui secara rutin.
Jika kamu juga ingin mengecek status Web of Science (WoS) — database internasional bergengsi lainnya selain Scopus — gunakan Master Journal List milik Clarivate:
| Database | URL Resmi | Cocok untuk |
|---|---|---|
| Sinta | sinta.kemdikbud.go.id/journals | Cek akreditasi jurnal nasional Indonesia |
| Scopus Sources | scopus.com/sources | Verifikasi resmi indeksasi Scopus |
| Scimago (SJR) | scimagojr.com | Cek kuartil Q1–Q4 berbasis Scopus |
| Web of Science | mjl.clarivate.com | Cek indeksasi WoS (SCI/SSCI/ESCI) |
| DOAJ | doaj.org | Cek jurnal Open Access yang terpercaya |
Ingin mencari jurnal Indonesia yang terindeks di keduanya sekaligus? Berikut cara cepatnya:
Dengan cara ini, kamu bisa menemukan jurnal yang memberimu pengakuan ganda: nasional (Sinta) sekaligus internasional (Scopus) dari satu publikasi.
Sayangnya, banyak jurnal predator yang secara aktif mengklaim terindeks Scopus atau Sinta padahal tidak. Waspadai tanda-tanda berikut:
Baca juga: Mengenal Jurnal Predator dan Cara Menghindarinya
Ya, pengecekan jurnal di portal Sinta bisa dilakukan siapa saja tanpa perlu login atau membuat akun. Cukup buka sinta.kemdikbud.go.id/journals dan langsung cari.
Tidak otomatis. Beberapa jurnal pernah terindeks Scopus tapi kemudian dikeluarkan karena tidak memenuhi standar yang terus diperbarui. Selalu cek status terkini di scopus.com/sources dan verifikasi tahun data terakhirnya.
Kemungkinannya ada dua: akreditasi sedang dalam proses pembaruan (ada jeda antara keputusan dan publikasi di Sinta), atau klaim tersebut tidak valid. Untuk memastikan, hubungi langsung pengelola jurnal dan minta nomor SK akreditasi ARJUNA yang bisa kamu verifikasi secara mandiri.
Akreditasi Sinta berlaku selama 5 tahun sejak tanggal keputusan akreditasi diterbitkan. Setelah itu, jurnal harus mengajukan re-akreditasi untuk mempertahankan status dan peringkatnya.
Tidak sama, tapi datanya berasal dari Scopus. Scimago (SJR) adalah platform analitik independen yang menggunakan data dari Scopus untuk menghitung peringkat dan kuartil jurnal. Untuk verifikasi resmi apakah jurnal terindeks Scopus, tetap gunakan scopus.com/sources sebagai acuan utama.
Memverifikasi indeksasi jurnal sebelum submit adalah kebiasaan akademik yang wajib dimiliki setiap peneliti. Proses ini hanya membutuhkan beberapa menit, tapi bisa menyelamatkanmu dari kerugian waktu dan reputasi yang jauh lebih besar.
Gunakan selalu sumber resmi: sinta.kemdikbud.go.id untuk Sinta, scopus.com/sources atau scimagojr.com untuk Scopus. Jangan pernah percaya klaim indeksasi hanya dari website jurnal tanpa verifikasi independen.
Baca juga: Cara Publikasi Jurnal Ilmiah Untuk Mahasiswa dan Dosen Terbaru| Perbedaan Jurnal Sinta dan Scopus | Mengenal Jurnal Predator dan Cara Menghindarinya